waktu saat ini

Rabu, 06 November 2019

Antara Java Dan Python

Antara Java Dan Python


Itu perbedaan utama antara Java dan Python adalah itu Java compiler mengubah kode sumber Java menjadi kode perantara yang disebut bytecode sementara interpreter Python mengubah kode sumber Python menjadi kode mesin baris demi baris.

Java adalah bahasa pemrograman yang dirancang untuk digunakan dalam lingkungan terdistribusi. Ini adalah bahasa pemrograman yang populer untuk berbagai aplikasi seperti smartphone Android, dan Internet of Things (IoT). Konsep di balik Java adalah "menulis sekali dan membaca di mana saja". Di sisi lain, Python adalah pemrograman yang sederhana dan mudah, yang berguna untuk membangun aplikasi web, komputasi ilmiah dan numerik, pembelajaran mesin, pemrosesan gambar, analisis data, dan banyak lagi.

Bidang-bidang Utama yang Dicakup
1. Apa itu Java
- Definisi, Fungsi
2. Apa itu Python
- Definisi, Fungsi
3. Apa Persamaan Antara Java dan Python
- Garis Besar Fitur Umum
4. Apa Perbedaan Antara Java dan Python
- Perbandingan Perbedaan Kunci

Ketentuan Utama
Bytecode, Compiler, Interpreter, Java, Kode Mesin, Python, Kode Sumber



Apa itu Java
Java adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang populer. Aplikasi web, aplikasi seluler, sistem terdistribusi tinggi adalah beberapa contoh aplikasi berbasis Java. Juga, Java memiliki banyak versi; Java SE adalah edisi standar. Java ME adalah untuk pengembangan seluler sedangkan Java EE adalah untuk aplikasi tingkat perusahaan. Selain itu, ada Integrated Development Environments (IDE) dengan semua alat yang diperlukan untuk mengembangkan aplikasi di Jawa. Beberapa IDE Java yang umum adalah NetBeans dan Eclipse.


Selain itu, Java adalah bahasa pemrograman yang mendukung pemrograman berorientasi objek, yang memungkinkan pemodelan skenario dunia nyata dalam komputasi. Namun, kode sumber Java tidak secara langsung dikonversi menjadi kode mesin. Pertama, kode sumber dikonversi menjadi kode perantara: bytecode. Bytecode ini dapat dieksekusi di platform apa pun yang terdiri dari Java Virtual Machine (JVM). Oleh karena itu, Java adalah platform-independent. Selain itu, ia menyediakan penanganan kesalahan, pemeriksaan kesalahan waktu kompilasi dan pemeriksaan runtime. Selain itu, dimungkinkan juga untuk mengimplementasikan multi-threading dan memungkinkan pengembangan aplikasi yang aman.

Apa itu Python
Python adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi. Ini adalah bahasa multi-paradigma dan mendukung pemrograman prosedural dan pemrograman berorientasi objek. Selanjutnya, seorang juru bahasa mengubah kode sumber Python menjadi baris kode mesin demi baris. Namun, ini adalah proses yang lambat dibandingkan dengan bahasa berbasis compiler yang mengubah seluruh kode sumber menjadi kode mesin sekaligus.

Namun demikian, keuntungan utama dari bahasa Python adalah sederhana dan mudah dipelajari. Oleh karena itu, ini adalah salah satu bahasa yang paling populer di kalangan pemula. Sintaksis yang sederhana membantu mengembangkan bahkan algoritma yang kompleks untuk menyelesaikan masalah dalam waktu singkat.

Selain itu, lebih mudah untuk diintegrasikan dengan database seperti MySQL, MSSQL, dan, SQLite. Selain itu, memungkinkan pengembangan Antarmuka Pengguna Grafis (GUI). Selain itu, mendukung multithreading.

Kesamaan Antara Java dan Python
1. Keduanya adalah bahasa pemrograman tujuan umum tingkat tinggi.
Programmer dapat dengan mudah mengunduh dan menginstal keduanya tanpa membayar biaya.
Juga, dimungkinkan untuk mengintegrasikan keduanya dengan database seperti MySQL, dan MSSQL.

2. Selain itu, keduanya mendukung pengembangan GUI dan multithreading.
Dimungkinkan untuk menggunakan kedua bahasa ini untuk berbagai aplikasi termasuk web, seluler, pembelajaran mesin, pemrosesan gambar, dll.
Perbedaan Antara Java dan Python

3. Definisi
Java adalah bahasa pemrograman komputer tujuan umum yang konkuren, berbasis kelas, berorientasi objek, dan dirancang khusus untuk memiliki sesedikit mungkin dependensi implementasi. Di sisi lain, Python adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang ditafsirkan untuk pemrograman tujuan umum. Oleh karena itu, ini adalah perbedaan utama antara Java dan Python.

4. Konversi kode
Juga, konversi kode adalah perbedaan utama antara Java dan Python. Java compiler mengubah kode sumber Java menjadi kode perantara yang disebut bytecode. Sebaliknya, interpreter Python mengubah kode sumber Python menjadi baris kode mesin demi baris.

5. Tipe data
Di Jawa, adalah wajib untuk mendeklarasikan tipe data, sehingga diketik secara statis. Dalam Python, tipe data bersifat dinamis, dan tidak perlu mendeklarasikan tipe data. Oleh karena itu, diketik secara dinamis. Jadi, ini adalah perbedaan penting antara Java dan Python.

6. Titik koma
Selanjutnya, Java membutuhkan tanda titik koma di akhir setiap pernyataan. Dengan Python, tidak perlu menggunakan titik koma di akhir pernyataan.

7. Blok pernyataan
Di Jawa, sepasang kurung kurawal mengelilingi satu blok pernyataan. Namun, dalam Python, blok pernyataan diindentasi.

8. Kecepatan
Selain itu, Java adalah bahasa yang lebih cepat dibandingkan dengan Python.

9. Kompleksitas
Perbedaan lain antara Java dan Python adalah Java adalah bahasa yang sulit dipelajari sementara Python lebih mudah dibaca, dipelajari dan dipahami.

IDE
NetBeans, dan Eclipse adalah IDE Java yang populer sementara PyCharm adalah IDE Python yang populer.

klik untuk sumber postingan

Masa Depan dan Arah Pengembangan Java


sumber klik disini

Aplikasi Java sudah begitu banyak digunakan dalam kehidupan sehari – hari. Apalagi aplikasi yang terdapat pada handphone kebanyakan berbasis java. Disamping itu, keunggulan lain yang dimiliki oleh java adalah multi platform, artinya setiap aplikasi yang kita bangun menggunakan bahasa Pemrograman Java, maka akan berjalan dengan baik pada sistem operasi apa saja, bisa di sistem operasi Windows, Linux, Unix dan lain-lain. Sebuah keunggulan yang tidak dimiliki oleh bahasa pemrograman yang lain, sehingga tidak heran kalau bahasa pemrograman Java di kenal dengan istilah ”Create once, run anywhere”Lalu, kenapa Java di katakan sebagai teknologi masa depan adalah karena fleksibilitas dan kemudahan menggunakannya serta mampu mencakup keseluruhan aspek pemrograman yang dibutuhkan di masa depan, yaitu


1. Dengan Java kita mampu membangun aplikasi yang berbasis server (website misalnya), teknologi ini disebut dengan J2SE (Java versi 2 Standard Edition)

2. Dengan Java kita mampu membangun aplikasi berbasis Teks maupun Grafik (Graphical User Interface), teknologi ini disebut dengan J2EE (Java versi 2 Enterprise Edition).

3. Dengan Java kita mampu membangun aplikasi berbasis Mobile, sehingga bisa jalan di Handphone, teknologi ini disebut dengan J2ME (Java versi 2 Micro Edition).


Akhirnya masa depan Java sudah semakin jelas. Dengan bergabungnya James Gosling pendiri java ke perusahaan raksasa Amerika-Google. Menurut kabar yang beredar James merasa tidak cocok dengan masa depan Java yang diusung oleh Oracle. Ya tentu saja peristiwa ini terjadi setelah Sun Microsystem  menyatakan diri bergabung dengan Oracle. Berikut kata-kata James Gosling yang Krambil.com ambil dari blog pribadinya “I don’t know what i’ll be working on. I expect it’ll be a bit of everything, seasoned with a large dose of grumpy curmudgeon”.

Selama ini google telah mengembangkan aplikasi Android yang berbasis Java. Namun sesungguhnya android tidak 100 sama dengan java. Namun hal ini tetap di permasalahkan oleh Oracle mengenai paten teknologi tersebut yang sudah dilakukan oleh Oracle.


sumber klik disini

Arah Pengembangan Java


Usia Java telah lebih dari 10 tahun, dan saat ini, Java (produk) dapat dikatakan sebuah implementasi dari Java (spesifikasi) itu sendiri, dimana spesifikasi Java (spesifikasi) dikeluarkan oleh badan yang disebut sebagai JCP (Java Community Process), yang secara kebetulan dinahkodai oleh Sun Microsystems sebagai pencipta Java (produk dan spesifikasi). Sebenarnya Implementasi Java itu sudah ada yaitu GNU Java (dari GNU.org milik Richard Stallman), Harmony (dari Apache, dimana donasi untuk solusi desktop yaitu AWT, merupakan sumbangan dari Intel, sedangkan kepala projek ini bekerja di IBM), serta Sun Java. Sun Java ini memiliki banyak turunan, yang dapat dikatakan dilisensikan, karena pihak lain tidak mau membuat dari nol tetapi mau menggunakan Java sebagai “merk”nya, yaitu IBM, Oracle, Bea, Blackdown (pembuat SDK Java untuk Linux) serta yang baru saja launching adalah FreeBSD.

Dari cerita diatas, terlihat bahwa banyak sekali vendor yang membuat Java, mulai dari yang Open Source sampai yang komersil. Karena mengacu pada JCP, maka tidak ada kata “propietary”, melainkan komersial (artinya mengkomersialisasikan implementasi berdasarkan spesifikasi). Sebenarnya misteri dari semua ini terletak pada JSR 270, yang merupakan nomor untuk spesifikasi Java terbaru.yaitu Java SE 6.0, yang saat ini memasuki beta. JSR 270 sebenarnya adalah kumpulan dari komponen penyusun dari Java SE 6.0 seperti 202: Class File Update, 199: Compiler API, 269: Annotation Processors, 221: JDBCTM 4.0 software, 223: Scripting, 105: XML Digital Signature, 173: Streaming API for XML, 222: JAXB 2.0, 250: Common Annotations, 181: WS Metadata, dan 224: JAX-WS 2.0. Semua angka-angka tersebut dapat dilihat di website JCP di http://www.jcp.org. Java SE 6.0 beta yang terbaru memasukan Java DB (rebranding dari Apache Derby) kedalam Java SDK 6.0 membuat banyak protes, karena Java DB bukan bagian dari spesifikasi JCP, tetapi sebuah projek Open Source yang merupakan donasi dari IBM, yang mana sebelumnya bernama Cloudscape, hasil akuisisi dari Informix.

Pengembangan Java SE 6.0 milik Sun atau sering disebut Sun Java SE 6.0, sudah berbeda dengan pengembangan Java pada versi sebelumnya. Semua pihak dapat berpartisipasi dalam pengembangan Java SE 6.0 yang diberi kode mustang. Saat ini karena Sun masih memperjuangkan kata “compatible” antara implementasi Java (produk) yang dikembangkannya dengan Java SE keluaran vendor lain, maka pengembangan mustang ini tidak 100% Open Source versi OSI, dengan kata lain, source code didapat, tetapi dilarang memiliki dan forking adalah ilegal. Websitenya adalah http://mustang.dev.java.net. Statement ini menarik sekali, karena Sun berusaha mengamankan investasi Java bagi semua pihak (termasuk kekuasaannya), karena bilamana tidak compatible, Java akan berubah seperti halnya C/C++, yang mana setiap vendor C/C++ membuat implementasi sendiri, dan ini yang membuat setiap projek C/C++ seperti lautan yang berbeda berat jenis. Pastinya komponen vendor A tidak dapat digunakan di vendor B, demikian juga sebaliknya, bilamana dapat, itupun tidak semudah Java, hanya dengan perintah import, terutama di dunia multiplatform dan clustering, implementasi API C/C++ memerlukan keahlian khusus.

Sun sedang mencari tahu cara agar Java miliknya Open Source sesuai dengan versi OSI, tetapi kompatibilitas yang diissuekan tetap terjaga. Ini juga terkait dengan statemen Jonathan Schawatz, yang merupakan CEO Sun saat ini yang berlatar belakang software, yang memiliki visi, semua software Sun akan di’open source’kan. Jika ini terjadi Sun akan menjadi perusahaan Open Source terbesar didunia. Saat ini Sun adalah perusahaan terbesar penyumbang aplikasi Open Source, beberapa yang terkenal adalah Emac, NFS, Dtrace. Dapat dibayangkan Linux tanpa NFS? Pergerakan ini sebenarnya juga sedang ditiru Microsoft, dengan produknya bernama .NET ke ECMA, untuk spesifikasi CLR, C#. Hanya perbedaannya didalam JCP sudah ada 950 perusahaan dan entitas, termasuk satu anggota kenegaraan (Brazil). Sedangkan di ECMA, mungkin baru Mono yang sedang menunggu implementasi WindowForm. Sebenarnya sebelumnya Microsoft juga adalah salah satu dari perusahaan yang melisensikan Java, tetapi Microsoft melakukan forking, sehingga terkena denda miliyaran dollar. Sehingga saat ini mungkin dapat dikatakan anggota JCP berkurang satu dari yang seharusnya.
 

Senin, 04 November 2019

Fungsi Kelebihan dan Kekurangan Java

Kenali Pengertian Java Beserta Fungsi, Kelebihan dan Kekurangan Java

Jika mahasiswa atau siswa jurusan Teknologi Informasi, Ilmu Komputer atau Rekayasa Perangkat lunak pasti sudah tidak asing lagi dengan bahasa pemrograman JAVA.

Biasanya smartphone menggunakan perangkat lunak dengan bahasa pemrograman JAVA. Tidak hanya di komputer , Java juga dapat dijalankan di smartphone. Untuk pembahasan lebih jelasnya, yuk simak ulasan di bawa ini mengenai JAVA.

Pengertian Java

Java merupakan bahasa bahasa pemrograman tingkat tinggi yang berorientasi pada object dan program java tersusun dari bagian yang disebut dengan Class. Class terdiri dari metode- metode yang melakukan pekerjaan dan mengembalikan informasi setelah melakukan tugasnya. Para programmer Java banyak mengambil keuntungan dari kumpulan class di pustaka class Java yang disebut dengan Java Application Programming Interface (API). Class- class ini diorganisasikan menjadi sekelompok yang disebut dengan paket (package). Java API telah menciptakan applet dan aplikasi canggih dengan menyediakan fungsionalitas yang memadai .

Jadi ada dua hal yang harus dipelajari dalam Java, yaitu bagaimana mempergunakan class pada Java API  dan mempelajari bahasa Java. Tidak ada cara lain selain class yang merupakan satu-satunya cara menyatakan bagian eksekusi program. Pada Java program javac untuk mengkompilasi file kode sumber Java menjadi class-class bytecode. File kode sumber mempunyai ekstensi *.java. Kompilator javac menghasilkan file bytecode class dengan ekstensi *.class. Interpreter adalah modul utama pada sistem Java yang digunakan aplikasi Java dan menjalankan program bytecode Java.

Dengan kata lain Java adalah bahasa pemrograman yang dapat membuat seluruh bentuk aplikasi tidak hanya desktop dan web namun juga bisa membuat aplikasi mobile dan lainnya, sebagaimana dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman konvensional yang lain. Java merupakan bahasa pemrograman yang bersifat umum atau non-spesifik (general purpose). Bahasa Pemrograman Java berorientasi object (OOP-Object Oriented Programming), dan dapat dijalankan pada berbagai platform sistem operasi. Pada OOP, program komputer sebagai kelompok object yang saling berinteraksi.

Pengertian OOP

Pengertian OOP secara singkat adalah mengorganisasikan program sebagai kumpulan komponen yang disebut object. Object- object ini ada secara independen, mempunyai aturan-aturan berkomunikasi dengan object lain dan untuk memerintahkan object lain gunanya untuk meminta informasi tertentu atau meminta object lain mengerjakan sesuatu.

Class bertindak sebagai modul sekaligus tipe. Sebagai tipe maka pada saat dijalankan, program menciptakan object-object yang merupakan instan- instan Class. Class dapat mewarisi Class lain. Java tidak mengijinkan pewarisan jamak akan tetapi menyelesaikan kebutuhan pewarisan jamak dengan fasilitas antarmuka yang lebih elegan.

Perkembangan Java tidak hanya terfokus pada satu sistem operasi, namun dikembangkan untuk berbagai sistem operasi dan bersifat open source. Dengan slogannya “Write once, run anywhere”. Bahasa pemrograman java banyak mengadopsi sintaksis yang terdapat pada C dan C++ namun dengan sintaksis model object yang lebih sederhana. Aplikasi-aplikasi berbasis java pada umumnya dikompilasi ke dalam bentuk p-code (bytecode) dan dapat dijalankan pada berbagai Mesin Virtual Java (JVM).

Fungsi Java

Bahasa pemrograman Java memiliki beberapa fungsi dalam pembuatan apalikasi sebagai berikut.

1. Bahasa yang digunakan sederhana
Jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman yang lain, Java bisa di bilang lebih sederhana di banding yang lainnya. Hal ini karena Java menggunakan sintaks yang bisa dibilang mirip dengan C++.

2. Hanya fokus pada Objek
Bahasa pemrograman Java hanya fokus pada Objek . Dengan hanya fokus pada objek, program komputer dapat saling berkomunikasi dalam satu kelompok objek.

3. Pengamanan yang cukup ketat
Pengamanan pada Java ada tiga lapis. Pengamanan ini tentu saja dilakukan untuk melindungi sistem dari penyalahgunaan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

4. Dapat di pakai pada sistem operasi manapun
Seperti yang sudah di dijelaskan pada point 1  jika Java dapat berjalan pada komputer yang menggunakan sistem operasi apapun. Hal ini dapat dilakukan karena Bahasa Java termasuk Platform Independence. Ketika dibuat sebuah file, maka file tersebut bisa dijalankan pada perangkat manapun.

5. Menggunakan sistem exception-handling
Exception-handling ini menyediakan cara untuk memisahkan antara bagian pengamanan kesalahan dan bagian kode normal. Dengan begitu kode tersebut dituntun ke strukstur kode program yang jauh lebih bersih. Jika kesalahan ditemukan, maka Java akan membuat exception. Exception ini dapat ditangkap serta dikelola oleh program tanpa memberikan dampak yang lebih buruk.

6. Mendukung Native method
Java mendukung native method atau sebuah fungsi yang ditulis di bahasa lain, khususnya C dan C++. Dengan adanya dukungan secara native method ini memungkinkan programer menulis berbagai fungsi yang bisa dilakukan dengan cepat jika dibandingkan fungsi yang lain.

7. Terdapat Garbage Collector
Fungsi dari garbage collector ini mampu mengumpulkan “sampah” secara otomatis. Dengan adanya garbage collector ini programmer tidak perlu dibebani dengan adanya memori yang rusak.

8. Daftar perpustakaan yang lengkap
Bahasa pemrograman Java mempunyai daftar perpustakaan yang cukup lengkap. Dengan adanya ini programmer dapat membuat suatu aplikasi sesuai dengan apa yang diinginkan.

9. Adanya Fitur GUI
GUI atau singkatan dari Grafical User Interface adalah salah satu fitur yang ada di dalam Java.

10. Penyempurna dari C++
Bagi kamu programmer yang terbiasa dengan bahasa pemrograman C++, kamu tidak perlu khawatir dengan bahasa pemrograman java. Karena pada Java gayanya sudah disesuaikan dengan C++. Bahkan dengan bahasa pemrograman Java, kamu dapat memperluas kode-kode yang kamu inginkan dibandingkan melalui C++.


Kelebihan dan Kekurangan Java

Kelebihan JAVA

1. Mudah Untuk Dikembangkan
Salah satu kelebihan dari Java  adalah kemudahan dalam hal pengembangan aplikasi. Hal ini tentu saja sangat membantu para programmer dan developer untuk lebih baik lagi dalam mengembangkan aplikasi yang berbasis Java.

2. Sifatnya multiplatform
Kelebihan lainnya dari bahasa pemrograman java dan banyak diminati oleh para developer dan programmer yaitu salah satu bahasa pemrograman yang sifatnya multi platform, atau dengan kata lain universal dan bisa digunakan dalam platform apapun. Hal ini tentunya membuat  banyak sekali para pengembang aplikasi yang menggunakan basis bahasa pemrograman Java untuk membuat aplikasi yang diinginkannya.

3. Memiliki kemudahan dalam menyusun suatu script
Kelebihan lainnya dari bahasa pemrograman Java bahasa pemrograman Java merupakan salah satu bahasa pemrograman yang mudah untuk dipelajari. Para programmer dan developer dalam menyusun sebuah program, harus menggunakan sebuah script, agar program tersebut dapat berjalan.

Dengan menggunakan bahasa pemrograman Java, script tersebut akan lebih mudah untuk dibuat dan dipelajari, sehingga beberapa programmer pemula pun sudah bisa mengembangkan sebuah aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman Java.

Apabila programmer beorientasi pada usability, maka Java sangat mendukung
Keunggulan bahasa pemrograman java berhubungan erat dengan kemampuan aplikasi – aplikasi yang dibuat dengan Java yang dapat bekerja di platform manapun. Dan hal ini berhubungan dengan usability, atau kegunaan dari suatu aplikasi.

4. Bahasa pemrograman yang berorientasi terhadap objek
Bahasa pemrograman Java adalah salah satu bentuk atau jenis bahasa pemrograman yang berorientasi pada objek. Itu artinya setiap aplikasi yang dibangung dengan menggunakan bahasa pemrograman java akan disesuaikan dengan objek atau bisa juga dengan tampilan dan interface dari aplikasi tersebut.

5. Dinamis
Sifat dinamis ini sangat erat kaitannya dengan kemampuan bahasa pemrograman java karena sangat mudah untuk dikembangkan.

Kekurangan JAVA

1. Penggunaan memory yang cukup tinggi
Bahasa pemrograman Java memang menawarkan banyak sekali fitur yang luar biasa, mulai dari kemudahan dalam menyusun script, hingga fitur object oriented, yang menjadi salah satu ciri khas dari bahasa pemrograman Java. Akan tetapi sayangnya, semua kelebihan tersebut harus dikompensasi dengan kebutuhan memory yang cukup besar.

2. Mudah didekompilasi
Secara singkat istilah dekompilasi ini adalah pengambilan source code. Jadi, Java merupakan salah satu bahasa pemrograman yang mudah megnalami dekompilasi.

SUMBER POSTINGAN

IDE Terbaik untuk Java

IDE Terbaik untuk Java

Java telah menjadi bahasa pemrograman yang populer dalam waktu yang lama. Saat ini Java telah menjadi bahasa pemrograman paling diminati untuk membangun aplikasi mobile, web, maupun enterprise. Tidak heran ketenarannya terus meningkat dan dunia industri perangkat lunak kini banyak yang membutuhkan programmer Java.

Dalam pengembangan aplikasi, programmer Java selalu tak lepas dari IDE. IDE merupakan kakas wajib bagi semua programmer tak terkecuali programmer Java. Dalam IDE banyak fitur yang bisa digunakan mempercepat pengembangan aplikasi. Apa saja IDE terbaik untuk Java? Ini dia daftarnya.

1. Netbeans

NetBeans adalah IDE yang bagus. Didalamnya terdapat GUI Builder yang sudah built-in. Dan dikembangkan dalam Java pula. Kompatibel untuk berbagai platform.
kunjungi laman resmi netbeans di sini

2. Eclipse

Eclipse adalah IDE yang bagus juga open source. Banyak digunakan untuk kepentingan komersial dan individu. Dikembangkan dengan Java pula. Kompatibel untuk berbagai platform. Punya banyak dukungan plugin tambahan untuk memperluas pengembangan yang dibutuhkan. Terdapat highlight untuk compiling error.
laman resmi eclipse

3. JCreator

JCreator adalah IDE yang bagus dan mudah digunakan. IDE ini dikembangkan dalam C++ tidak seperti yang lain, yang dibuat dengan Java. Tersedia hanya untuk platform Windows.
Kunjungi situs resminya di JCreator

4. BlueJ

BluJ adalah IDE yang sederhana. Banyak konsep pemrograman Java dan juga terdapat kakas UML yang bagus pula. Dan merupakan salah satu IDE favorit James Gosling, penemu Java. Dia bilang, "One of my favourite IDEs out there is BlueJ".
Kunjungi situs resminya di BlueJ

5. Borland JBuilder

Borland JBuilder adalah IDE Java yang komersil. Walau komersil banyak programmer yang percaya dengan kemampuannya. Juga terdapat GUI Builder yang sudah built-in.
Kunjungi situsnya embarcadero disini

6. IntelliJ IDEA

IntelliJ IDEA adalah IDE yang intelijen. Memang difokuskan untuk produktivitas programmer yang menyediakan kombinasi kakas pengembangan. Didalamnya terdapat sugesti coding yang instan dan pintar dalam pelengkapan kode secara otomatis.
Kunjungi situs resminya jetbrains disini

7. Dr. Java

Dr. Java adalah IDE yang ringan, tak terlalu banyak memakan RAM. Cocok buat pembaca yang baru mendalami Java. Didalamnya menyediakan berbagai antarmuka yang intuitif. Dan terdapat fitur lain untuk programmer tingkat menengah ke atas.

Kunjungi situs resmi drjava

8. jGRASP

jGRASP adalah IDE yang ringan. Terdapat fitur otomatis dalam memvisualisasikan coding. IDE ini dikembangkan dalam Java. Kompatibel untuk berbagai platform. Visualisasi lain adalah control structure diagram (CSD), profil graph, UML dan lain-lain.

Kunjungi situs resminya di sini

9. Oracle JDeveloper

Oracle JDeveloper adalah IDE yang gratis. Cocok untuk pengembangan aplikasi berbasis SOA dan Java EE. IDE ini juga menawarkan pengembangan end-to-end lengkap untuk Oracle Fusion Middleware dan Oracle Fusion Apps dengan dukungan pengembangan lengkap dan siklus hidup aplikasi.

Kunjungi situs resminya di sini

Itulah IDE terbaik untuk Java. Jika pembaca tahu IDE lain yang bagus untuk Java, beritahu ya di kolom komentar.

untuk sumber postingan ini

Berbagai Error Pada Premograman Java

Kenali Jenis Error Pada Pemrograman Java


Kenali Jenis Error Pada Pemrograman Java
Apakah anda baru belajar Java dan ketika menjalankan program yang sudah anda buat, program tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya alias error? Jika begitu, anda harus mengenali error yang mungkin terjadi dalam pemrograman Java.

Error dapat saja terjadi dalam pemrograman. Secara garis besarnya, error dalam pemrograman Java ini ada beberapa jenis, yaitu :

Syntax error
Runtime error
Logic error
Untuk masing-masing penjelasannya bisa di lihat di bawah ini.

A. Syntax error
Apa itu syntax?

Syntax merupakan suatu aturan penulisan yang sudah ditetapkan pada struktur elemen – elemen dalam bahasa pemrograman.

Jadi syntax error ini adalah kesalahan dalam coding karena aturan penulisan yang tidak sesuai atau kesalahan pada konstruksi kode, misalnya :

Salah dalam menuliskan keyword Java
Tidak menggunakan tanda kurung kurawal untuk pernyataan
Tidak menggunakan tanda atau karakter yang sesuai, misalnya tidak menggunakan tanda ” “, untuk tipe data String.
Syntax error ini mudah ditelusuri atau ditemukan karena compiler akan memberi tahu kita di mana letak kesalahan dalam penulisan kode program.

Sebagai contoh :

Java
public class SelamatDatang {
   
    public static void main(String args []){
        //Seharusnya "Selamat datang di pemrograman Java"
        System.out.println(Selamat datang di pemrograman Java");
   
    }
   
}
1
2
3
4
5
6
7
8
9
public class SelamatDatang {
   
    public static void main(String args []){
        //Seharusnya "Selamat datang di pemrograman Java"
        System.out.println(Selamat datang di pemrograman Java");
   
    }
   
}


Kode di atas memiliki error, yaitu seharusnya teks Selamat datang di pemrograman Java berada dalam tanda ” “.

Oleh karena itu, setelah anda melakukan compile, maka compiler akan memberi tahu error tersebut seperti gambar di bawah ini :

a) Syntax error pada command prompt
Kenali 3 Macam Error Pada Pemrograman Java
Syntax Error Pada Command Prompt

b). Syntax error pada IDE Netbeans
Syntax error pada Netbeans
Syntax error pada IDE Netbeans

c). Syntax error pada IDE Eclipse
Syntax error pada Eclipse
Syntax error pada IDE Eclipse
(Baca juga : 20 Syntax Error Pada Pemrograman Java Yang Sering Terjadi Pada Pemula)


B. Runtime Error
Runtime error merupakan salah satu jenis error yang terjadi karena program secara tiba-tiba dihentikan ketika program tersebut sedang berjalan.

Runtime error ini dapat terjadi bila program tidak bisa menangani operasi yang tidak mungkin untuk dilakukan.

Contohnya runtime error ini dapat terjadi karena :

Ketika program meminta user untuk menginputkan angka, namun user malah menginputkan huruf
Ketika melakukan perhitungan pembagian angka 1 dengan 0
Sebagai contoh:

Java
public class CekError {
   
    public static void main(String args []){
        //membagi angka 1 dengan angka 0
        System.out.println( 1 / 0 );
   
    }
   
}
1
2
3
4
5
6
7
8
9
public class CekError {
   
    public static void main(String args []){
        //membagi angka 1 dengan angka 0
        System.out.println( 1 / 0 );
   
    }
   }
}


Pada program di atas akan menampilkan pesan error karena program di minta untuk membagi angka 1 dengan angka nol. Pada command prompt akan menampilkan pesan error seperti di bawah ini :

Runtime error pada pemrograman Java
Runtime error pada command prompt pemrograman Java
Demikian pula jika kode diatas di jalankan pada IDE Netbeans ataupun Eclipse, maka compiler akan memberikan pesan dan tanda runtime error yang terjadi.

C. Logic error
Logic error terjadi bila program berjalan dan tidak memberikan hasil seperti yang diinginkan.
Misalnya anda membuat program konversi dari nilai centimeter ke nilai milimeter.
Seperti sudah diketahui bahwa :
1 cm = 10 mm

Contoh program  sederhananya :

Java
public class Konversi {
   
    public static void main(String args []){
       
        System.out.println("1 cm itu sama dengan ");
        //Konversi cm ke mm
        System.out.println( 1.0 / 10.0 + "mm");
   
    }
   
}
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
public class Konversi {
   
    public static void main(String args []){
       
        System.out.println("1 cm itu sama dengan ");
        //Konversi cm ke mm
        System.out.println( 1.0 / 10.0 + "mm");
   
    }
   
}


Setelah mengeksekusi program di atas, maka akan terlihat pada command prompt seperti di bawah ini:

Logic error pada pemrograman Java
Logic error pada command prompt pemrograman Java
Program di atas berjalan dengan mulus ketika dieksekusi baik ketika menggunakan IDE Netbeans ataupun Eclipse, namun bila diperhatikan terlihat nilai bahwa 1 cm itu sama dengan 0.1 mm, tentu saja ini adalah hal yang salah, dan inilah yang disebut dengan logic error.

Kesimpulan dari error pada pemrograman Java
Jadi kesimpulan dari error yang mungkin dapat pada pemrograman Java terjadi adalah bahwa logic error adalah error yang paling menantang bagi para programmer untuk di atasi, sementara itu syntax error dan runtime error relatif lebih mudah ditangani karena  compiler akan memberitahu pada bagian mana error tersebut terjadi.

klik untuk melihat sumber postingan

Minggu, 03 November 2019

Prospek Progremer Java Dengan Gaji Yang Tidak Bisa Diremehkan

4 Pilihan Karier Lulusan Programmer Java

Java Programmer adalah sebutan untuk orang yang ahli atau menguasai bahasa pemrograman, khususnya Java. Pada 2017 ada banyak sekali peluang bagi seorang programmer Java. Dikutip dari laman makeusof, dengan tingkat pertumbuhan yang diproyeksian 19% untuk periode 2014-2024 (pada semua kategori pemrograman aplikasi) disebutkan bahwa prospek untuk berkarier sebagai programmer Java sangatlah menjanjikan.

Nah, bagi kamu yang tertarik dengan posisi programmer Java, maka kalian harus memiliki minimal pendidikan gelar sarjana di bidang ilmu komputer, sistem informasi, teknik informatika, atau yang setara. Bahkan ada beberapa perusahaan yang menginginkan gelar master juga untuk posisi tersebut. Tetapi tak menutup kemungkinan juga jika terdapat perusahaan yang menerima pelamar tanpa pendidikan formal untuk menempati posisi ini karena ia lebih memiliki pengalaman dan pengetahuan teknis yang cukup. Nah, untuk tahu prospek karier apa yang bisa ditempuh lulusan programmer Java, berikut ini Jaka kasih tahu daftar pilihan karier lulusan programmer Java. Simak ya!


Begitu seorang pelamar resmi mendapatkan pekerjaan, langkah selanjutnya yang akan mereka hadapi adalah jenjang karier. Nah, untuk setiap programmer, ada beberapa jenjang yang harus mereka lewati. Tentu hal ini juga bergantung pada masing-masing pengalaman yang dimiliki untuk menempati salah satu posisi berikut ini.

1. Programmer Junior
Programmer junior biasanya akan menempati posisi mereka ini hingga 3-4 tahun. Tugas utama programmer junior adalah terdiri dari coding, debugging, meninjau kode, dan membuat dokumentasi teknis. Pada tahap ini, programmer Java akan lebih berkonsentrasi untuk mendapatkan lebih banyak tentang pengalaman sekaligus lingkup kerja dari bahasa pemrograman itu sendiri dan berusaha untuk mendapatkan sertifikasi pada beberapa area.

2. Programmer Senior
Saat seorang programmer telah mendapatkan lebih banyak pengalaman, pengetahuan, dan sertifikasi, maka tentu mereka akan beralih menjadi seorang programmer senior. Di tahap ini peran mereka sudah pasti memiliki tanggung jawab yang lebih berat, yaitu menjadi mentor bagi programmer junior, serta akan terlibat dalam keseluruhan desain dan implementasi perangkat lunak.

Sesekali programmer senior juga akan terlibat dalam coding. Seorang programmer senior juga akan mulai belajar berinteraksi dengan pengguna aplikasi. Dalam hal ini, fokus programmer senior mulai beralih ke arah yang lebih manajerial sesuai dengan minat, pendidikan, dan sertifikasi yang diambil.

3. Arsitek
Pada tahap ini, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, seorang programmer bisa memiliki jenjang karier pada tingkat arsitek yang memiliki tugas berinteraksi dengan pelanggan dan klien sebagai pengguna perangkat lunak, juga mengumpulkan dan menganalisis requirement yang dibutuhkan, dan bertanggung jawab untuk keseluruhan arsitektur sistem. Pada tingkat ini, seorang programmer juga akan mengambil peran manajerial yang lebih tinggi lagi termasuk berinteraksi dengan pihak manajemen di tingkat atasnya.

4. Manajer
Pada tahap Manajer, yakni sudah masuk pada jalur pengelolaan, biasanya ditambah dengan tugas untuk melatih peran manajerial serta sertifikasi untuk tingkatan di bawahnya. Tugas seorang manajer di sini juga mencakup tanggung jawab keseluruhan untuk mendistribusi perangkat lunak, mengelola keuangan dan anggaran, serta berinteraksi dengan pihak manajemen di atasnya.

Pilihan Karier Programmer Java
Seorang programmer Java banyak digunakan di perusahaan untuk menempati berbagai posisi dan area kerja. Oleh karena itu, sebagaian besar Programmer Java di tiap perusahaan dapat dikategorkan ke dalam beberapa pilihan karier utama sebagai berikut.

1. Back-End Developer

Tugas utama Back-End Developer adalah menulis kode untuk Back-End Server termasuk di dalamnya mencakup Web Server, Database Server, dan Aplikasi Server. Saat ini posisi inilah yang paling diminati oleh banyak perusahaan. Selain wajib memiliki pengetahuan mengenai inti platform Java, seseorang yang menginginkan posisi ini juga harus memiliki pengetahuan pada bidang:
a. EJBs atau Enterprise Java Beans.
b. SQL, banyak dibutuhkan dalam proyek skala besar dan kecil.
c. JSP dan Servlets, platform yang menangani Web Server Stack.
d. REST Service, yang digunakan untuk mengekspos API ke layanan Web.


2. Big Data Developer

Seorang Big Data Developer bertugas mengelola sebuah datasheet yang besar. Posisi ini juga dianggap memiliki jenjang karier yang cepat berkembang karena banyaknya perusahaan yang mencari posisi ini untuk memanfaatkan sekumpulan data yang besar untuk keperluan bisnis dan pengambilan keputusan. Jika kamu menginginkan posisi ini, maka setidaknya kamu harus memiliki pengetahuan mengenai bidang:
a. Hadoop, sebuah platform pertama yang membawa Big Data ke permukaan.
b. Spark
c. PIG, yakni bahasa pemrograman untuk menulis mengenai Big Data Processing.
d. MapReduce, teknologi yang mendasari mengenai Big Data Processing.


3. Android Developer

Teknologi pemrograman Android yakni berbasis Java. Untuk mengembangkan aplikasi Android pada tingkatan apa pun kita memerlukan platform Java untuk membuatnya berjalan. Seperti yang kita ketahui bersama jika Android saat ini adalah platform yang populer. Jika kamu memilih karier sebagai seorang Android Developer, maka itu adalah keputusan yang tepat. Bahkan, saat ini pun setiap perusahaan yang memanfaatkan web sebagai media informasi utama mereka atau perusahaan e-commerce pasti akan membutuhkan aplikasi Android (dan iOS) untuk tetap relevan dengan perkembangan zaman.


4. Embedded Device Developer

Embedded Device Developer adalah peluang karier yang saat ini sedang tumbuh berkembang. Mengingat banyaknya jumlah perangkat mulai dari Router, perangkat jaringan lainnya, hingga perangkat di bidang entertainment yang menggunakan teknologi Java sebagai platform utama sistem perangkat keras mereka. Tentu saja hal ini merupakan peluang bagi seorang programmer embedded Java yang ingin mengambil kesempatan tersebut.


Kelebihan dan Kekurangan Java

8 Kelebihan dan Kekurangan Java




Java merupakan salah satu jenis bahasa pemrograman yang paling banyak dan umum digunakan oleh para pengembang untuk membuat dan mendevelop suatu aplikasi di dalam berbagai macam platform, dari macam-macam bahasa pemrograman yang ada. Kita pasti sudah sering melihat berbagai macam aplikasi yang dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman yang berlogo kopi panas tersebut kan?

Nah, Java ini memang sebuah bahasa pemrograman, yang dikembangkan oleh SUN Microsystem pada era 1991, memang terinspirasi dari kopi Indonesia. Pembuat bahasa pemrograman ini tertarik denan rasa dari kopi Indonesia, terutama kopi yang dibuat dari daerah di Pulau jawa. Maka dari itu, nama dan juga logo dari bahasa pemrograman ini erat sekali kaitannya dengan kopi yang berasal dari Pulau Jawa.

Bagi anda yang memang hobi dan gemar mempelajari dan mengembangan sebuah aplikasi – aplikasi umum, sudah pasti bahasa pemrograman ini banyak anda gunakan, atau paling tidak sudah pernah anda pelajari sebelumnya, karena bisa dibilang, bahasa pemrograman java cukup mudah dipelajari oleh siapapun.


Kelebihan Java
Sebagai sebuah bahasa pemrograman yang banyak digunakan dan diaplikasikan pada berbagai macam software, maka sudah pasti bahasa pemrograman Java ini memiliki banyak keunggulan dan kelebihan dibandingkan dengan banyak bahasa pemrograman lain yang beredar di dalam dunia teknologi pengemabangan aplikasi dan software komputer.

Apa saja kelebihan dari bahasa pemrograman berlogo kopi ini? Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari bahasa pemrograman Java :


1. Mudah Untuk Dikembangkan
Salah satu kelebihan dari bahasa pemrograman Java ini adalah kemudahan dalam hal pengembangan aplikasi. Setiap aplikasi ataupun program yang dibuat dengan menggunakan dasar bahasa pemrograman Java memiliki kemampuan yang sangat baik untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Hal ini tentu saja akan sangat membantu para programmer dan developer untuk lebih baik lagi dalam mengembangkansatu aplikasi yang berbasis Java. Bisa dibilang, Java merupakan salah satu bahasa pemrograman yang memang paling banyak digunakan karena adanya kelebihan yang satu ini, yaitu mudah dalam melakukan pengembangan.

2. Sifatnya multiplatform
Kelebihan lainnya dari bahasa pemrograman java yang banyak diminati oleh para developer dan programmer adalah karena Java merupakan salah satu bahasa pemrograman yang sifatnya multi platform, alias universal dan bisa digunakan dalam platform apapun. Hal ini membaut banyak sekali para pengembang aplikasi yang menggunakan basis bahasa pemrograman Java untuk membuat aplikasi yang diinginkannya.

Mulai dari komputer desktop yang mnggunakan Windows, Linux dan sistem operasi lain, smartphone berbasis Android dan Windows, bahkan hingga handphone biasa yang tidak menggunakan sistem operasi pun mampu untuk menjalankan aplikasi dan program yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Java. (baca juga: jenis sistem operasi)

Maka dari itu, Java merpakan salah satu bahasa pemrograman yang sangat universal dan multi platform, yang membuat Java unggul dalam pembuatan aplikasi dan software. Bahasa pemrograman ini juga erat kaitannya dengan javascript sebab masih satu turunan untuk lebih mengoptimalkan pemrograman berbasis web agar penggunaannya powerful. (baca juga: kelebihan dan kekurangan javascript)

3. Memiliki kemudahan dalam menyusun suatu script
Kelebihan lainnya dari bahasa pemrograman Java, selain mudah dikembangkan, dan bersifat universal adalah bahwa bahasa pemrograman Java merupakan salah satu bahasa pemrograman yang mudah untuk dipelajari. Para programmer dan developer dalam menyusun sebuah program, haruslah menggunakan sebuah script, agar program tersebut dapat berjalan.

Dengan menggunakan bahasa pemrograman Java, script terswebut akan lebih mudah untuk dibuat dan dipelajari, sehingga beberapa programmer pemula pun sudah bisa mengembangkan sebuah aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman Java.

Apabila programmer beorientasi pada usability, maka Java sangat mendukung
Keunggulan bahasa pemrograman yang satu ini berhubungan erat dengan kemampuan aplikasi – aplikasi yang dibuat dengan Java yang mampu bekerja di platform manapun. Hal ini berhubungan dengan usability, atau kegunaan dari suatu aplikasi.

Apabila seorang developer ingin mengembangkan sebuah aplikasi yang sangat berguna dan bisa dinikmati oleh orang banyak, maka developer dapat menggunakan bahasa pemrograman Java ini. saat ini hampir semua orang sudah pernah memegang handphone yang bisa menjalankan aplikasi Java. Karena itu, semua aplikasi yang dikembangkan oleh developer, pastinya akan sangat berguna bagi hampir semua user di dunia.

4. Bahasa pemrograman yang berorientasi terhadap objek
Kelebihan lainnya dari bahasa pemrograman Java yang satu ini lebih bersifat teknis. Bahasa pemrograman Java merupakan salah satu bentuk atau jenis bahasa pemrograman yang berorientasi terhadap objek. Itu artinya setiap aplikasi yang dibangung dengan menggunakan bahasa pemrograman java akan disesuaikan dengan objek atau bisa juga dengan tampilan dan interface dari aplikasi tersebut.

Bahasa pemrograman yang berorientasi terhadap objek juga ada pada pemrograman bahasa c, di lihat dari scriptnya java dan bahasa c sedikit memiliki kesamaan namun tetap pada konteksnya masing-masing. (baca juga: kelebihan dan kekurangan bahasa pemrograman c)

5. Dinamis
Kelebihan dari bahasa pemrograman Java yang berikutnya adalah sifatnya yang dinamis. Sifat dinamis dari bahasa pemrograman Java ini sangat erat kaitannya dengan kemampuan dari bahasa pemrograman Java yang sangat mudah untuk dikembangkan. Struktur kodenya bisa dengan mudah dimodifikasi dan dikembangkan, sesuai dengan kebutuhan dari user.

Sehingga hal ini membuat Java menjadi bahasa pemrograman yang sangat dinamis dan sangat bermanfaat bagi para pengembang aplikasi yang ingin terus mengembangkan aplikasinya hingga bermanfaat bagi para usernya.


Kekurangan Java
Tidak ada yang sempurna di dunia. Meskipun memiliki banyak kelebihan, namun demikian ternyata Bahasa pemrograman Java ini juga ternyata diidentifikasi memiliki beberapa kekurangan. Nah, berikut ini adalah beberapa kekurangan dari bahasa pemrograman Java :

1. Penggunaan memory yang cukup tinggi
Bahasa pemrograman Java memang menawarkan banyak sekali fitur yang luar baisa, mulai dari kemudahan dalam menyusun script, hingga fitur object oriented, yang menjadi salah satu ciri khas dari bahasa pemrograman Java. Akan tetapi sayangnya, semua kelebihan tersebut harus dikompensasi dengan kebutuhan memory yang cukup besar.

Hal ini menyebabkan beberapa aplikasi Java membuthkan resource memory yang cukup besar untuk dapat berjalan dengan baik. Begitu pula ketika seorang developer akan mengembangkan aplikasi Java, developer juga membutuhkan memory yang tinggi dalam mengembangkan aplikasi ini. Tentunya komputer yang di pakai harus memiliki kapasitas RAM terbesar untuk melancarkan develop agar lebih optimal. (baca juga: pengaruh RAM terhadap kinerja komputer)

2. Mudah didekompilasi
Bahasa mudahnya dari istilah dekompilasi ini adalah pengambilan source code. Jadi, Java merupakan salah satu bahasa pemrograman yang mudah megnalami dekompilasi.

Souce code dan juga script yang dibuat dengan bahasa pemrograman Java dapat dengan mudah diambil dan juga dibajak oleh orang lain, sehingga memunculkan banyak hack dan juga pengcopyan dari aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman Java tersebut.


Nah diatas adalah berbagai macam kekurangan dan kelebihan yang di miliki oleh pemrograman java.semoga blog ini dapat bermanfaat untuk anda :)

Sabtu, 02 November 2019

Perbedaan Antara Java dan Java script



Pada artikel ini, kita akan berbagi beberapa perbedaan penting antara Java dan JavaScript, yang sebagian besar dari sisi perspektif para programmer.

Perbedaaan Penting Antara Java dan Javascript.Javascript sendiri adalah bahasa scripting untuk HTML yang dikembangkan oleh Netscape Inc sedangkan Java adalah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Sun Microsystems. James Gosling adalah Inventor Java yang kemudian dikenal sebagai Bapak Java. Ada beberapa perbedaan antara Java dan JavaScript dari cara penulisan, susunannya dan eksekusinya. Bahkan kemampuan Java dan JavaScript bervariasi secara signifikan.
Java merupakan bahasa pemrograman yang hampir digunakan dimana saja, mulai dari pemrograman kartu kredit untuk sisi coding pada server. Android juga menggunakan Java sebagai bahasa pemrograman untuk membuat aplikasi, Swing adalah API Java yang digunakan untuk membuat aplikasi desktop dan Java EE yang merupakan platform Java untuk mengembangkan aplikasi web dan enterprise.

Disisi lain JavaScript digunakan untuk membuat halaman web menjadi interaktif, meskipun ada alternatif lain seperti Flash. Kita juga dapat menggunakan JavaScript untuk memvalidasi input pengguna, membuat animasi, efek pada halaman HTML dan banyak hal interaktif lainnya seperti reaksi ketika tombol di klik, gerakan mouse, gambar klik, dan lain-lain.
Pada artikel ini, kami akan berbagi beberapa perbedaan utama antara Java dan JavaScript, yang sebagian besar dari perspektif programmer.

1. Execution
Perbedaan pertama antara Java dan JavaScript adalah bahwa Java di compile ke dalam file yang berisi byte code dan dijalankan oleh JVM, sedangkan untuk kode JavaScript secara langsung dieksekusi oleh browser. Satu perbedaan lagi yaitu bahwa Java dijalankan di dalam JVM dan membutuhkan JDK atau JRE untuk menjalankannya, sedangkan JavaScript berjalan di dalam browser dan hampir setiap browser modern saat ini telah mendukung JavaScript.

2. Static vs Dynamic
Perbedaan utama antara JavaScript dan Java adalah pada jenis bahasanya, jika pada JavaScript merupakan bahasa dinamis sedangkan Java termasuk jenis bahasa statis.

3. Dukungan closures
JavaScript mendukung closures, berupa fungsi anonim. Dengan kata lain kita dapat melewati fungsi sebagai argumen ke fungsi lain. Java tidak memberlakukan metode tersebut dan satu-satunya cara untuk mensimulasi closures adalah dengan menggunakan class anonim. Menurut beberapa artikel yang ada di forum luar, Java 8 telah membawa dukungan closures nyata di Java dalam bentuk Lambda dan membuat hal ini lebih mudah dalam menulis kode ekspresif tanpa banyak kerumitan di Java 8.

4. OOP
Bahasa java adalah Object Oriented Programming, meskipun JavaScript juga mendukung class dan objek, ini lebih seperti sebuah bahasa scripting yang berorentasi objek. Java menyediakan paket untuk kelompok class yang terkait dan menyediakan deployment control yang lebih baik menggunakan JAR, WAR, dan EAR juga.

5. Berjalan dimanapun
Java menggunakan byte code untuk memperoleh platform independence, JavaScript langsung berjalan pada browser, akan tetapi kode yang ditulis dalam JavaScript sering bermasalah, misalnya untuk kode tertentu dapat berjalan dengan baik di Mozila Firefox tetapi bisa saja tidak bekerja di Internet Explore 7 atau 8. Hal ini dikarenakan terdapat masalah pada kompatibilitas browser, karena implementasi berbasis JavaScript buruk akhirnya muncullah jQuery.

6. Blok vs Fungsi berdasarkan Scoping
Java menggunakan scoping berdasarkan blok yaitu variabel keluar dari ruang lingkup sebagai kontrol keluar dari blok, kecuali classvariabel. Sedangkan JavaScript menggunakan scoping berdasarkan fungsi, variabel dapat diakses dinyatakan dengan fungsi. Jika kita memiliki variabel lokal dan global dengan nama yang sama, maka yang akan diutamakan adalah lokal dalam JavaScript.

7. Konstruktor
Java memiliki konsep konstruktor yang memiliki beberapa sifat seperti memastikan bahwa class konstruktor bejalan sebelum sub class. Disisi lain konstruktor JavaScript hanya fungsi lain, yang artinya tidak ada aturan khusus untuk konstruktor dalam JavaScript misalnya saja tidak dapat memiliki jenis kembali atau nama yang harus sama dengan class.

8. NullPointerException
JavaScript jauh lebih fleksibel daripada Java, karena ketika kita tidak memiliki NullPointerException dalam JavaScript, variabel dapat menerima berbagai jenis data karena JavaScript mempunyai tipe bahasa yang dinamis.

9. Penerapan
JavaScript memiliki ruang tersendiri untuk HTML dan CSS dalam pengembangan web. Sementara pada Java ada di mana-mana.
Itu semua adalah perbedaan antara Java dan JavaScript. Java dan JavaScript adalah bahasa yang berbeda, satu adalah bahasa pemrograman tujuan umum sedangkan yang satu adalah bahasa scripting untuk HTML.

klik untuk mengunjungi laman sumber postingan ini

Sejarah Java


Apa Sih Itu Java??

Java adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon genggam. Bahasa ini awalnya dibuat oleh James Gosling saat masih bergabung di Sun Microsystems saat ini merupakan bagian dari Oracle dan dirilis tahun 1995.

Bahasa ini banyak mengadopsi sintaksis yang terdapat pada C dan C++ namun dengan sintaksis model objek yang lebih sederhana serta dukungan rutin-rutin aras bawah yang minimal. Aplikasi-aplikasi berbasis java umumnya dikompilasi ke dalam p-code (bytecode) dan dapat dijalankan pada berbagai Mesin Virtual Java (JVM).

Java merupakan bahasa pemrograman yang bersifat umum/non-spesifik (general purpose), dan secara khusus didisain untuk memanfaatkan dependensi implementasi seminimal mungkin. Karena fungsionalitasnya yang memungkinkan aplikasi java mampu berjalan di beberapa platform sistem operasi yang berbeda, java dikenal pula dengan slogannya, "Tulis sekali, jalankan di mana pun".

Saat ini java merupakan bahasa pemrograman yang paling populer digunakan, dan secara luas dimanfaatkan dalam pengembangan berbagai jenis perangkat lunak aplikasi ataupun aplikasi
Bahasa pemrograman Java terlahir dari The Green Project, yang berjalan selama 18 bulan, dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992. Proyek tersebut belum menggunakan versi yang dinamakan Oak. Proyek ini dimotori oleh Patrick Naughton, Mike Sheridan, dan James Gosling, beserta sembilan pemrogram lainnya dari Sun Microsystems. Salah satu hasil proyek ini adalah maskot Duke yang dibuat oleh Joe Palrang.

Pertemuan proyek berlangsung di sebuah gedung perkantoran Sand Hill Road di Menlo Park. Sekitar musim panas 1992 proyek ini ditutup dengan menghasilkan sebuah program Java Oak pertama, yang ditujukan sebagai pengendali sebuah peralatan dengan teknologi layar sentuh (touch screen), seperti pada PDA sekarang ini. Teknologi baru ini dinamai "*7" (Star Seven). Setelah era Star Seven selesai, sebuah anak perusahaan Tv kabel tertarik ditambah beberapa orang dari proyek The Green Project. Mereka memusatkan kegiatannya pada sebuah ruangan kantor di 100 Hamilton Avenue, Palo Alto.

Perusahaan baru ini bertambah maju: jumlah karyawan meningkat dalam waktu singkat dari 13 menjadi 70 orang. Pada rentang waktu ini juga ditetapkan pemakaian Internet sebagai medium yang menjembatani kerja dan ide di antara mereka. Pada awal tahun 1990-an, Internet masih merupakan rintisan, yang dipakai hanya di kalangan akademisi dan militer.
Mereka menjadikan perambah (browser) Mosaic sebagai landasan awal untuk membuat perambah Java pertama yang dinamai Web Runner, terinsipirasi dari film 1980-an, Blade Runner. Pada perkembangan rilis pertama, Web Runner berganti nama menjadi Hot Java. Pada sekitar bulan Maret 1995, untuk pertama kali kode sumber Java versi 1.0a2 dibuka. Kesuksesan mereka diikuti dengan untuk pemberitaan pertama kali pada surat kabar San Jose Mercury News pada tanggal 23 Mei 1995.

Sayang terjadi perpecahan di antara mereka suatu hari pada pukul 04.00 di sebuah ruangan hotel Sheraton Palace. Tiga dari pimpinan utama proyek, Eric Schmidt dan George Paolini dari Sun Microsystems bersama Marc Andreessen, membentuk Netscape.

Nama Oak, diambil dari pohon oak yang tumbuh di depan jendela ruangan kerja "Bapak Java", James Gosling. Nama Oak ini tidak dipakai untuk versi release Java karena sebuah perangkat lunak lain sudah terdaftar dengan merek dagang tersebut, sehingga diambil nama penggantinya menjadi "Java". Nama ini diambil dari kopi murni yang digiling langsung dari biji (kopi tubruk) kesukaan Gosling. Konon kopi ini berasal dari Pulau Jawa. Jadi nama bahasa pemrograman Java tidak lain berasal dari kata Jawa (bahasa Inggris untuk Jawa adalah Java).

Bahasa pemrograman Java terlahir dari The Green Project, yang berjalan selama 18 bulan, dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992. Proyek tersebut belum menggunakan versi yang dinamakan Oak. Proyek ini dimotori oleh Patrick Naughton, Mike Sheridan, dan James Gosling, beserta sembilan pemrogram lainnya dari Sun Microsystems. Salah satu hasil proyek ini adalah maskot Duke yang dibuat oleh Joe Palrang.

Pertemuan proyek berlangsung di sebuah gedung perkantoran Sand Hill Road di Menlo Park. Sekitar musim panas 1992 proyek ini ditutup dengan menghasilkan sebuah program Java Oak pertama, yang ditujukan sebagai pengendali sebuah peralatan dengan teknologi layar sentuh (touch screen), seperti pada PDA sekarang ini. Teknologi baru ini dinamai "*7" (Star Seven).
Setelah era Star Seven selesai, sebuah anak perusahaan Tv kabel tertarik ditambah beberapa orang dari proyek The Green Project. Mereka memusatkan kegiatannya pada sebuah ruangan kantor di 100 Hamilton Avenue, Palo Alto.

Perusahaan baru ini bertambah maju: jumlah karyawan meningkat dalam waktu singkat dari 13 menjadi 70 orang. Pada rentang waktu ini juga ditetapkan pemakaian Internet sebagai medium yang menjembatani kerja dan ide di antara mereka. Pada awal tahun 1990-an, Internet masih merupakan rintisan, yang dipakai hanya di kalangan akademisi dan militer.

Mereka menjadikan perambah (browser) Mosaic sebagai landasan awal untuk membuat perambah Java pertama yang dinamai Web Runner, terinsipirasi dari film 1980-an, Blade Runner. Pada perkembangan rilis pertama, Web Runner berganti nama menjadi Hot Java.

Pada sekitar bulan Maret 1995, untuk pertama kali kode sumber Java versi 1.0a2 dibuka. Kesuksesan mereka diikuti dengan untuk pemberitaan pertama kali pada surat kabar San Jose Mercury News pada tanggal 23 Mei 1995.

Sayang terjadi perpecahan di antara mereka suatu hari pada pukul 04.00 di sebuah ruangan hotel Sheraton Palace. Tiga dari pimpinan utama proyek, Eric Schmidt dan George Paolini dari Sun Microsystems bersama Marc Andreessen, membentuk Netscape.

Nama Oak, diambil dari pohon oak yang tumbuh di depan jendela ruangan kerja "Bapak Java", James Gosling. Nama Oak ini tidak dipakai untuk versi release Java karena sebuah perangkat lunak lain sudah terdaftar dengan merek dagang tersebut, sehingga diambil nama penggantinya menjadi "Java". Nama ini diambil dari kopi murni yang digiling langsung dari biji (kopi tubruk) kesukaan Gosling. Konon kopi ini berasal dari Pulau Jawa. Jadi nama bahasa pemrograman Java tidak lain berasal dari kata Jawa (bahasa Inggris untuk Jawa adalah Java).

klik tulisan ini untuk sumber postingan